Assigment 5

Instructions

Rangkum pertemuan 5, sertakan pembuktiannya !

Status : Tercapai
Keterangan : Sudah mengerjakan
Pembuktian :

 

Rangkuman Materi

Bunga Bank Menurut Hukum Islam
Islam sebagai agama sempurna memberi pedoman hidup kepada umat manusia, dimana ajarannya secara garis besar mencakup ibadah khusus (mahdoh) dan masalah mu’amalah atau al-adh. Dalam menetapkan hukum bagi kedua urusan ini diperlukan kaidah yang berlainan, usul fiqh menyatakan bahwa dalam urusan ibadah (mahdoh), semua haram, kecuali bila secara pasti terdapat dalil yang memerintahkan, sedangkan dalam urusan adh (mu’amalah, semua boleh, kecuali bila secara pasti terdapat dalil yang melarangnya.

Islam ternyata agama yang juga menekankan hal kemasyarakatan. Sumber-sumber ajaran Islam adalah Al-Qur’an dan Al-sunnah untuk mendalami pemahaman menuju penerapan ajaran-ajarannya dalam realitas sosial, dan untuk memecahkan masalah-masalah yang berkembang dalam kehidupan masyarakat, diperlukan pemikiran rasional yang di sebut ijtihad.

Diantara ilmu ke Islaman yang merupakan hasil ijtihad yaitu ilmu ekonomi, yang didalamnya lain dibahas mengenai sistem perbankan . Pada zaman modern ini dalam keadaan perekonomian sudah sedemikian kompleksnya, kita melihat bahwa hampir tidak pernah terjadi kontak langsung antara pengusaha dan pemegang modal.

Dalam konteks inilah kemudian adanya suatu lembaga keuangan seperti bank sangat dibutuhkan. Bank dalam hal ini befungsi sebagai wakil dari pemilik modal dalam mencarikan pengusaha yang bonafit, sehingga dengan demikian dapat dipastikan bahwa penanaman modal itu tidak sia-sia. Hal ini dimungkinkan karena bank memiliki tenaga-tenaga ahli yang khusus dalam bidang ini.

Namun demikian kegiatan usaha bank tidak bisa terlepas dari bunga. Bank- bank konvensial yang ada sekarang ini tidak dapat berjalan tanpa adanya bunga.

Pengertian dan Fungsi Bank

Pengertian bank sebagaimana yang tercantum dalam pasal 1 undang-undang No.14 tahun 1987, adalah “lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang” (Drs.Arik Mulyana dkk., tt:1) . Definisi ini kemudian diperbaharui dan dilengkapi sebagaimana yang tercantum dalam pasal 1 undang-undang No.7 tahun 1992, tentang perbankan. Pasal tersebut berfungsi “bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak” (Nopirin, ph. D. 1992 : 191).

Dari definisi ini jelas bahwa bank adalah lembaga keuangan berbentuk badan usaha yang kegiatannya menerima dan memberi. Menerima dalam arti menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, seperti tabungan, deposito, dan giro. Memberi dalam arti bahwa dana yang diperoleh dari masyarakat itu, oleh bank disalurkan lagi kepada masyarakat yang membutuhkan, berupa pinjaman guna membiayai kegiatan investasinya. Kedua macam kegiatan tersebut diatas merupakan fungsi utama dari bank, termasuk bank-bank di Indonesia. Dalam pasal 3 undang-undang No.7 tahun 1992 tentang perbankan disebutkan “ fungsi utang perbankan Indonesia adalah sebagai penghimpun dan penyalur masyarakat”. (Nopirin. Ph. D.,1992 : 193).

Lebih jelas fungsi bank ini dapat diperinci sebagai berikut:

  1. Sebagai pencipta uang

Di Indonesia monopoli penciptaan uang dipegang oleh Bank Indonesia sebagai bank sentral, dan diatur dengan undang-undang No.13 tahun 1968 tentang bank sentral disebutkan “bank mempunyai hak tunggal untuk mengeluarkan uang kertas dan uang logam” (Nopirin Ph.D 1992 : 228).

  1. Sebagai penghimpun dana

Bank dapat menarik uang atau dana yang tidak produktif dari masyarakat untuk disimpan dalam beberapa bentuk :

  1. Giro, yaitu : simpanan pihak ketiga pada bank yang pengambilannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, atau surat-surat pemindahan buku lainnya.
  2. Deposito, yaitu : simpanan pihak ketiga pada bank yang pengambilannya dapat dilakukan setelah jangka waktu tertentu atau setelah jatuh tempo dengan menggunakan kuitansi.
  3. Tabungan, yaitu : simpanan pihak ketiga pada bank, yang penarikannya hanya dengan dilakukan menurut syarat-syarat tertentu.
    1. Sebagai perantara kredit

Bank sebagai perusahaan jasa, disamping berusaha mencari dan menghimpun dana demi kelangsungan usahanya, juga berusaha memanfaatkan dana yang diperoleh dari masyarakat tersebut, dengan meminjamkan kepada masyarakat yang membutuhkannya, dengan syarat-syarat tertentu, maka dalam hal ini bank menjadi perantara antara masyarakat penyimpanan dengan masyarakat penerima kredit.

  1. Sebagai pemberi jasa

Disamping sebagai perantara kredit, bank juga dapat memberikan jasa sebagai perantara atau penghubung antara nasabah yang satu dengan nasabah yang lain. Jika keduanya melakukan transaksi dengan menggunakan cek. Jasa-jasa yang diberikan antara lain :

  1. Pengiriman uang (transfer)
  2. Jual beli saham atau valuta asing
  3. Menagih uang atas nama langganan (inkaso)
  4. Penyimpanan barang–barang serta surat-surat berharga dalam safe deposit box. (Drs.Atik Mulyana dkk. tt, 7-8)

Apabila kita perhatikan fungsi bank seperti yang dikemukakan di atas, maka kita sepakat bahwa bank itu betul-betul sangat bermanfaat bagi masyarakat. Akan tetapi oleh karena bank, seperti telah penulis kemukakan dalam pendahuluan, dalam usahanya memungut bunga, maka timbullah keragu-raguan di hati sebagian masyarakat Islam untuk berhubungan dengan bank. Apa yang dimaksud dengan bunga, dan bagaimana pandangan para ahli tentang bunga uang ini, akan kita bicarakan dalam uraian berikut ini.