Assigment 4

Instructions

Rangkum pertemuan 4, sertakan pembuktiannya !

Status : Tercapai
Keterangan : Sudah mengerjakan
Pembuktian :

Rangkuman Materi

PENDIDIKAN MANUSIA MENURUT PANDANGAN

AL-QUR’AN
Sesungguhnya pandangan Al-Qur’an tentang manusia adalah pandangan yang universal, manunggal, seimbang dan adil. Manusia adalah bukan jasad yang terdiri dari unsur fisika dan kimia serta bukan robot yang dikendalikan oleh mekanik, seperti pandangan ahli filsafat materiallistik. Dan manusia juga bukan roh yang lepas dari jasadnya, sebagaimana pendapat sebagian  kelompok sufi. manusia menurut Al-Qur’an adalah makhluk yang terdiri dari ruh dan jasad, dimana keduanya saling interaksi aktif antara satu dengan lainnya. Dan manusia itu bukan hewan yang hina, dimana hidupnya habis begitu saja setelah matinya, serta bukan sebagai makhluk yang wujudnya berbeda dengan hewan yang lainnya. Manusia juga bukan sebagai makhluk tertinggi, dan tiada sesuatu pun yang dapat mengunggulinya. Inilah pandangan Al-Qur’an tentang manusia, yang mengakui posisi manusia dan memberikan beban dan tanggung jawab kepadanya secara personal.
Al-Qur’an itu sangat memperhatikan tentang perkembangan alam dari manusia serta watak manusia itu sendiri dan menekankan tentang tujuan pendidikan yang dibutuhkan oleh alam dan manusia, khususnya dalam bidang pembersih jiwa dan tatanan perilaku. Dan filsafat Al-Qur’an itu mempunyai keistimewaan tersendiri, yaitu syumul (universal) dan tauhid (manunggal) yang akan mampu menjawab tantangan sesuai dengan perkembangan zaman. Adapun tauhid atau manunggalnya filsafat pendidikan Al-Qur’an adalah dengan memadukan antara satu masalah dengan lainnya dengan penuh tawazun (keseimbangan) yang sempurna. Dimana Al-Qur’an memadukan antara material dan spiritual, antara iman dan akal, antara agama dan dunia, antara pemikiran dan perbuatan, antara kesenangan dan perjuangan, antara usaha dan ibadah, antara ideal dan aktual, antara manusia dan alam, dan antara manusia dengan penciptanya. Dan Islam itu juga menolak filsafat masyarakat yang memisahkan antara agama dan negara. Sebagaimana menolak pembagian manusia secara individual dengan penyebutan orang yang taqwa dan sekaligus fasiq atau pembagian masyarakat menjadi bermacam-macam kasta. Filsafat Al-Qur’an itu menilai manusia segabai satu kesatuan. Dimana akal, nafsu, dan perbuatan tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Dan filsafat Al-Qur’an juga memadukan antara manusia dengan masyarakat, antara manusia dengan alam, dan antara manusia dengan penciptanya. Inilah maksud arti syumul dan tauhid dalam filsafat pendidikan Al-Qur’an.

ILMU PENGETAHUAN DALAM PANDANGAN AL-QUR’AN
Al-Qur’an sangat menegaskan tentang urgensinya ilmu pengetahuan dan keharusan menguasainya. Ilmu dan kehidupan manusia adalah bagian kepala dari jasad. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan keistimewaan kepada Adam untuk sujud kepada-Nya, adalah karena kesiapan Adam untuk belajar dan keberhasilannya untuk mendapatkan ilmu yang diberikan Allah kepadanya dan tidak didapatkan oleh para Malaikat. Maka dengan ilmulah Adam menjadi tinggi derajatnya diatas Malaikat. Hal ini mempunyai arti yang sangat tinggi bagi para tokoh pendidikan dan pengajaran. Kemudian adanya keutamaan yang diberikan Al-Qur’an kepada ulama dan sifat-sifat khusus yang hanya dimiliki ulama, adalah sebagian bukti bahwa ilmu dalam bidang pendidikan itu mempunyai tempat yang tertinggi dan istimewa. ayat-ayat Al-Qur’an yang menunjukkan tentang posisi dan urgensinya ilmu

“Dan, Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman : ‘Sebutkanlah kepada-Ku nama-nama benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar’. Mereka menjawab : Maha suci Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah yang maha mengetahui lagi maha bijaksana. Allah berfirman : Hai Adam, beritahukanlahkepada mereka nama-nama benda ini; Maka setelah diberitahukan kepada mereka nama-nama benda itu, Alla berfirman; bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi, apa yang kamulahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?;” (Al-Baqarah : 31-33) .