Assigment 2

Instructions

Rangkum pertemuan 2, sertakan pembuktiannya !

Status : Tercapai
Keterangan : Sudah Mengerjakan
Pembuktian :

Rangkuman Materi

Pengertian Aqidah
Kata Aqidah dalam perkembangannya telah mengalami tiga tahapan :
Tahap Pertama

  • Al-‘Azm Al- Muakkad (tekad yang bulat)
  • Al-Jam’u (mengumpulkan)
  • An-Nihayyah (niat)
  • At-Tautsiq Lil ‘Uqud (menguatkan perjanjian)
  • Maa Yadinu bihi Al-Insan sawa’un Kaana Haqqon Au Bathilan (Suatu yang diyakini atau dianut baik itu benar ataupun salah)

Tahap Kedua

  • Kata Iman di sini diartikan “pembenaran”
  • Kata  “tidak” = kontra, berarti tidak ada sesuatu selain iman di dalam hati sang hamba selain hanya kepada-Nya.

Tahap Ketiga
makna aqidah telah terstruktur sebagai disiplin ilmu dengan ruang lingkup permasalahan tersendiri (tahap establish), dengan definisi sebagai berikut :
AQIDAH : ilmu tentang hukum-hukum syariat dalam bidang aqidah, yang diambil dari dalil-dalil yaqiniyyah (mutlak) dan menolak syubhat dan dalil khilafiyah yang cacat.

Beberapa Terminologi Aqidah

1. Tauhid : Ilmu yang dengannya kita dapat menetapkan aqidah-aqidah agama dengan dalil-dalil yang besifat mutlak. Tauhid berasal dari akar kata wahhada-yuwahhidu-tauhidan (menjadikan satu).
2. Ushuluddin : kaidah-kaidah umum yang besar yang dengannya ketaatan pada Allah dan rasul-Nya, serta ketundukan terhadap perintah dan larangan-Nya dapat teraplikasikan.
3. As-Sunah : mengikuti aqidah yang benar yang telah ditetapkan berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits (definisi menurut ulama Aqidah–Imam Ahmad bin Hanbal)
4. Al-Fiqhul Akbar. Istilah ini dikenalkan abad kedua hijriyah oleh Imam Abu Hanifah An-Nu’man bin Zauthi saat beliau menulis buku tentang aqidah kaum salaf dan menamainya dengan Al-Fiqhul Akbar.
5. Ahlus Sunah wal-Jamaah: orang yang mengikuti aqidah islam dengan benar, komitmen dengan manhaj Rasulullah SAW, para sahabat dan tabiin, serta seluruh generasi yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.
6. Ahlul Hadits : orang-orang dinisbatkan kepada hadits Rasulullah SAW, sebagai salah satu sumber penerimaan Aqidah Islam yang benar, baik ulama Hadits, ulama Ushul Fiqih maupun ulama Fiqih.
7. Salaf (yang mendahului yang lain). Menurut syariat yaitu para sahabat, tabiin, tabii’uttabi’in dan seluruh generasi yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat, dimana keadilan dan kebersihan diri mereka telah diakui secara ijma’ dan mereka tidak pernah tertuduh melakukan bid’ah yang menyebabkan kekufuran dan kefasikan.
8. Khalaf (yang terkebelakang dari yang lain dlm segi waktu atau zaman). Dalam definisi syariat khalaf adalah orang yang tertuduh melakukan perbuatan bid’ah yang menyebabkan kekufuran atau kefasikan dan merupakan celaan yang ditunjukan kepada individu atau kepercayaan.

Sumber-sumber Aqidah Islam

  1. Al-Qur’an/Al-Kitab
  2. As-Sunah
  3. Akal Sehat
  4. Tauqifiyah
  5. Ghaibiyah
  6. Shumuliyah

Hal-hal yang bertentangan dengan Aqidah
1. Syirik
Syirik adalah dosa yang paling besar, karena bentuk pendurhakaan terhadap Allah SWT (QS. 31/Lukman : 13) “sesungguhnya syirik itu kedholiman yang besar”
Jenis Syirik yaitu : syirik Rububiyah , syirik Uluhiyah 2. Kufur
Secara bahasa artinya “menutupi” sebagaimana firman Allah SWT (QS. 48/Al-Fath : 82) “Tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah SWT hendak menjengkelkan orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin).
3.Nifaq
Dalam bahasa Arab diambil dari akar kata “nafiqo-ul Yarbu’” yang berarti lubang tikus, karena tikus umumnya  menampakan jalan masuk tapi tidak menampakan jalan keluar. Jadi nifaq adalah menampakan apa yang sesuai dengan kebenaran, dan menyembunyikan apa yang bertentangan dengannya.